Showing posts with label TUJUAN WISATA. Show all posts
Showing posts with label TUJUAN WISATA. Show all posts

Sunday, July 13, 2008

Sarapan Sambil Nonton Poco-Poco di Losari

Tribun Timur, Makassar
http://tribun-timur.com/view.php?id=87559


Minggu, 13-07-2008 
Sarapan Sambil Nonton Poco-Poco di Losari
Makassar, Tribun - Harian Tribun Timur kembali hadir di Pantai Losari dalam acara Sarapan Bareng, Minggu (14/7), yang memang menjadi agenda setiap pekan. Sambil sarapan, tersedia juga koran Tribun Timur terbitan terbaru. Jadi masyarakat Makassar tidak ketinggalan berita.
Acara Sarapan Bareng menawarkan dua macam makanan, yaitu bubur ayam dan nasi kuning. Pada setiap pembelian makanan sebesar Rp 5.000, pengunjung akan mendapatkan koran Tribun Timur dan minuman ringan.
Selain Sarapan Bareng, Tribun Timur juga mengelar acara lomba poco-poco di tempat yang sama. Jadi selain sarapan, pengunjung juga akan mendapatkan suguhan aksi peserta lomba tersebut.
 
Lomba ini merupakan acara tambahan untuk lebih memeriahkan Sarapan Bareng yang setiap minggu diadakan di Pantai Losari. Kegiatan ini kerja sama Tribun Timur bersama McDonald's, Hotel Imperial Aryaduta, dan Patompo Group.
"Acara ini diselenggarakan untuk lebih mendekatkan Tribun Timur dengan masyarakat," kata Ketua Pantia, Rico, Sabtu (12/7).
Bagi warga Makassar yang ingin berparisipasi dalam Lomba Poco-Poco, masih bisa mendaftar langsung di lokasi acara paling lambat pukul 07.00 wita.
Biaya pendaftaran sebesar Rp 50 ribu per tim, setiap tim terdiri atas lima orang. Setiap peserta akan mendapatkan camilan dan koran Tribun Timur. Tersedia hadiah uang tunai jutaan rupiah bagi pemenang.
"Kita harapkan dengan kegiatan ini, Tribun Timur bisa menjadi ikon Makassar yang terkenal dengan slogannya Selalu yang Pertama," kata Rico.

BAGI pelanggan baru di lokasi acara, akan mendapatkan bonus menarik dari Tribun Timur. Acara ini berlangsung dari pukul 07.00 wita sampai pukul 10.00 wita.
Sarapan Bareng ini merupakan tempat yang pas bagi warga Makassar yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga di Minggu pagi. Informasi lebih lanjut, bisa menghubungi Fitri di nomor 0816252266.

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Thursday, June 26, 2008

Tidak Satu Pun Peserta UN di Enam SMP di Makassar Lulus

Ini malapetaka ujian nasional. Tidak satu pun siswanya lulus. Apa kerja guru-gurunya?

Sumber: Tribun Timur, Makassar
www.tribun-timur.com

Kamis, 26-06-2008 
Ada SMP dengan Kelulusan Nol Persen
Enam Kepala Sekolah Bakal Dipanggil
 
Makassar, Tribun - Dinas Pendidikan Kota Makassar mencatat ada enam sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) yang tingkat kelulusannya nol persen alias tidak ada yang lulus. Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, M Natsir Aziz, akan memanggil enam kepala sekolah tersebut.
Enam SLTP tersebut seluruhnya adalah sekolah swasta, yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 4, SMP Yapenda Pusat, SMP Ki Hajar Dewantara, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah Cabang Mamajang, MTs YPIQ Al Musyahwirah, dan MTS TPI Makassar.
 
"Bagaimana pun juga mereka terkejut dengan hasil ini. Tapi maumi diapa, itulah hasilnya. Nanti setelah mereka tenang, kepala sekolahnya akan saya panggil, kenapa bisa sampai tidak ada yang lulus," ujar Natsir di Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar, Rabu (25/6).
Di SMP Muhammadiyah 4 hanya sembilan peserta ujian nasional (UN), semuanya tidak lulus. Di SMP Yapenda Pusat terdapat 19 siswa peserta UN dan tidak lulus semua, di SMP Ki Hajar Dewantara hanya 18 peserta UN dan tidak lulus semua.
Sementara di MTs Muhammadiyah Mamajang terdapat 13 peserta UN dan dinyatakan tidak lulus semuanya. Di MTs TPI Makassar hanya tercatat delapan peserta dan tidak lulus semua. Yang agak banyak di Mts YPIQ Al Musyahwirah yaitu 48 peserta dan tidak ada satu pun yang lulus.
Natsir mengatakan, keenam sekolah itu merupakan sekolah yang aktif. Berbeda dengan beberapa sekolah yang memang tidak memiliki aktifitas belajar dan mengajar. Tetapi hal ini membuktikan bahwa aktifitas belajar-mengajar di sekolah-sekolah tersebut sangat tidak baik.
Di Makassar, ada 126 SMP swasta dan 26 Mts swasta yang tercatat di Dinas Pendidikan Kota Makassar. Jumlah keseluruhan peserta UN SMP swasta sebesar 7.208. Sebanyak 1.470 siswa di antaranya tidak lulus. Sementara di Mts swasta terdapat 1.883 peserta UN dan 558 tidak lulus.

Hanya 71,40 Persen
TINGKAT kelulusan SLTP di Makassar tahun ini anjlok dibandingkan tahun lalu. Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, M Natsir Azis, mengatakan, hal ini terjadi karena banyak siswa yang tidak bisa memenuhi standar kelulusan 5,25 yang memang lebih tinggi 25 poin dibanding tahun lalu.
Secara keseluruhan tercatat 19,919 siswa kelas tiga SMP dan MTs negeri maupun swasta yang ikut ujian nasional (UN). Jumlah peserta yang tidak lulus sebanyak 5.697 siswa atau 28,60 persen. Sedangkan jumlah siswa yang lulus sebanyak 14.222 siswa atau 71,40 persen.
Terkait dengan hal ini, Komisi D DPRD Kota Makassar akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar hari ini. Selain meminta penjelasan tentang tingginya persentase ketidaklulusan, anggota DPRD juga akan menanyakan tentang standar penerimaan SMA yang dinilai terlampau tinggi.


--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Saturday, March 22, 2008

Kawasan Pantai Losari Macet

Malam Minggu. Kawasan Pantai Losari, ikon Kota Makassar yang membuat kota ini terasa berbeda dari kota-kota lainnya di Indonesia, memang menjadi pilihan leisure murah meriah bagi warga Makassar.
Di Anjungan Losari, Anda cukup membayar parkir (Rp 1.000 untuk mobil), dan Anda pun berhak menikmati suasana pantai, aroma laut, angin malam, dan keluasan pemandangan laut. Merokok? Boleh. Ngobrol? Tidak dilarang. Aman? Ya, pasti.
Di sana pedagang dilarang menjajakan dagangan. Namun, biasalah, ada juga pedagang yang kreatif membawa botol-botol minuman dingin, dijajakan langsung kepada ratusan pengunjung.
Sulitnya, bila Anda penikmat kopi, di sana tidak ada penjual. Bergeserlah ke jajaran ruko... di sana banyak yang menyuguhkan aneka minuman.
Pada pagi hari, terutama akhir pekan dan hari libur lainnya, kawasan Pantai Losari selalu dipadati warga yang berolahraga. Penjual kaki lima menjajakan aneka jualan, layaknya pedagang di kawasan Stadion Senayan, Jakarta, manakala hari libur tiba.


Laporan www.tribun-timur.com (Tribun Timur, Makassar)

Kawasan Pantai Losari Macet Total
Laporan: muhammad taufiq. taufiq75@yahoo.com
 
Makassar, Tribun - Ratusan kendaraan baik roda dua maupun roda empat tertahan di sepanjang ruas jl Penghibur tepatnya di sepanjang Pantai Losari malam ini.
 
Hal ini disebabkan padatnya warga Makassar yang menghabiskan malam mingguan di Pantai Losari utamanya di sekitar Ajungan Pantai Losari.

Sejumlah aparat kepolisian yang diterjunkan untuk mengatur arus lalulintas, tidak dapat berbuat banyak.

Kejadian ini terjadi hampir setiap malam minggu. Diperkirakan, jumlah pengunjung di pantai ini mencapai sekitar 5.000-an orang.(*)



--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
www.tribun-timur.com

Usefull Links:

jurnalisme-makassar.blogspot.com
jurnalisme-tv.blogspot.com
jurnalisme-radio.blogspot.com
jurnalisme-suratkabar.blogspot.com
jurnalisme-blog.blogspot.com
makassar-updating.blogspot.com
makassar-bugis.blogspot.com

Thursday, February 21, 2008

Makassar, Pulau-pulau Kecil, Laut Hijau, dan Pemandangan Bawah Laut

Islands near Makassar


 
Artikel singkat yang menarik dari
http://www.forumms.com/islands.htm

 



Tulisan ini memberikan informasi dan gambar mengenai sisi paling indah Makassar: tentang laut hijau yang bersih, tentang pemandangan bawah laut yang segar, tentang surga di pulau-pulau kecil di sekitar Makassar. Selengkapnya:

Makassar is an excellent base for trips to the group of small islands and atolls that make up the Spermonde Archipelago (click here for chart). A part of the islands are densely populated, but some are still uninhabited. In this area you will find many great places for snorkelling and diving with a huge variety of colourful fish and beautiful coral reefs. Some of these are easily accessible from the shore (such as Samalona) and others can only be reached by boat (such as Lanyukang Atoll). The east monsoon season (May - September) is the best period for visiting the Spermonde Archipelago. This is also the best time to make trips by sailing boat in the area. Many of the islands close to Makassar show interesting village life and some historical sites can be found on the island of Kodengareng Lompo.
Below are descriptions of several islands belonging to the Spermonde Archipelago. Their distance from Makassar is written in kilometres.



Islands for snorkelling and diving:

Photo by Makhfudz

Samalona (7 km)
This island is inhabited by a few families and its oval shaped area is about 300 x 600 meters, so it takes only a short stroll to see its complete coastline. Beautiful coral reefs are easily accessible from the shore of Samalona. The reef on the northern side of the island is the best for snorkelling. There are rooms available to rent on the island. Sometimes you even can rent a whole house. Simple meals like "nasi goreng" are available but unfortunately some people tend to overcharge, so ask the price first. A couple of places sell coffee (local), soft drinks and beer. Usually drinks are not served cooled.

 

Kodengareng Keke (12 km)
Dolphin Resort built some small cottages on Kodengareng Keke.
The resort is ready to receive guests who are satisfied with basic facilities. Though the island only eight years ago still looked like a sandbank, a big part is now shaded by trees. The island offers good snorkelling and diving sites.
For reservations please contact tel. +(62) 411 5063596
e-mail:

Photo by Stefan  

Lanyukan (37 km)
The island Lanyukan is located on the outer edge of the Spermonde
shelf with a barrier reef protecting its western shore.
Around Lanyukan are reefs with steep drop-offs and caves,
excellent for diving. This is the place to spot big fish like sharks
and barracuda. There is a small village on the island but Lanyukan does not offer facilities for staying overnight.

 

Kapuposang (70 km)
Kapuposang is a beautiful green island of about 2 km length covered with casuarina trees and coconut palms. This island is located at the edge of the Spermonde shelf, pointing toward the deep sea.
It contains some small villages. The people of Kapuposang make their living through fishing and harvesting coconuts. At the north-west point of Kapuposang is a tall lighthouse. At the south-east point of the island is a resort for divers located. For both divers and non-divers this place offers an excellent opportunity for spending some relaxed days in a quiet natural setting.

Photo by Stefan

 

Around Kapuposang you will find attractive reefs and drop-offs, a paradise for snorkellers and divers. Besides many species of colourful fish you probably will meet with bigger animals like giant grouper, tuna, shark, stingray and turtles. Though this is one of the islands further away from Makassar, a speed boat can get you there within 1½ hours.

 

Islands interesting for their culture or historical sites:

Kodengareng Lompo (15 km)
Together with Barang Lompo and Lae-Lae the island Kodengareng Lompo belong to the bigger islands near Makassar. The length of the oval shaped island is about 1,5 km. At the south end of the island is a lighthouse which, in the evening, can be seen from the shore of Makassar. On the island are remnants of old water tanks built by the Japanese during World War II.

boat reparation lighthouse

 

Barang Lompo (12 km)
Like on many islands located further away from town, the majority of the population on Barang Lompo are fishermen. Besides this there are some silversmiths and civil servants (such as teachers) living on the island.
Hasanuddin University in Makassar has a research centre there.

Barang Caddi (11 km)
The increasing housing density on this island may soon result in people building on shallow parts of the surrounding reefs. Recently local fishermen from the island have begun working with a local non-government organisation to reorganise the system of marketing their fish so as to bypass middlemen. This means that they are now able to earn a reasonable income.


Other islands:

Kayangan (2 km) :
An island in front of the harbour of Makassar full with simple restaurants and rooms for rent .

Lae-Lae (1,5 km)
Lae-Lae is the island nearest to Makassar. It has been extended with a long breakwater at the north side that is designed to protect the harbour of Makassar against waves. Lae-Lae is densely populated. A part of the population earns their money with fishing, others run the small boats that can take you from town to Lae-Lae, Samalona and Kodengareng Keke. More and more people find work in town as crossing by motorboat now takes only 5 - 10 minutes.


 

 

 

 


 

 

 

 


--

Wednesday, February 20, 2008

Berwisata di Makassar dengan Petepete

Barangkali Anda ingin merasakan sensasi menjadi rakyat kebanyakan di Makassar. Cobalah kelilingi kota dengan naik petepete, angkutan kota. Cuma, ya, harus siap-siap mandi keringat, sumpek, macet....

Trayek Angkutan Kota (Pete-pete)
Cetak E-mail
Tuesday, 21 August 2007
Trayek
 
Rute
   
 
KODE A    
Berangkat
:
BTN Minasa Upa - Syech Yusuf - Sultan Alauddin - Andi Tonro - Kumala - Ratulangi - Jendral Sudriman (Karebosi Timur) - HOS Cokroaminoto (Sentral) - KH. Wahid Hasyim - Wahidin Sudirohusodo - Pasar Butung
Kembali
:
Pasar Butung - Sulawesi - Riburane Achmad Yani (Balaikota) - Jendral Sudirman - Ratulangi (MaRI) - Landak - Veteran - Sultan Alauddin - Syech Yusuf - BTN Minasa Upa
   
KODE B  
Berangkat
:
Terminal Tamalate - Malengkeri - Daeng Tata - Abdul Kadir - Dangko - Cendrawasih - Arief Rate - Sultan Hasanuddin - Patimura - Ujungpandang - Riburane - Jendral Achmad Yani (Balaikota) - Pasar Butung
Kembali
:
Pasar Butung - Sulawesi - Achmad Yani - Kajaolalido (Karebosi Timur) - Botolempangan - Arief Rate - Cendrawasih - Dangko - Abdul Kadir - Daeng Tata - Malengkeri - Terminal Tamalate
     
KODE C    
Berangkat
:
KH.Wahid.Hasyim - DR Wahidin Sudirohusodo- Buru - Bandang - Masjid Raya - Cumi-cumi - Pongtiku - Ujungpandang Baru - Gatot Subroto - Juanda - Regge - Rappokalling
Kembali
:
Rappokalling - Korban 40 ribu - Juanda - Gatot Subroto - Ujungpandang Baru - Pongtiku - Datok Ditiro - Sunu - Masjid Raya - Bawakaraeng - Jenderal Sudirman - HOS Cokroaminoto - KH.Wahid Hasyim - Makassar Mall
     
KODE D    
Berangkat
:
Terminal Daya - Perintis Kemerdekaan - Urip Sumoharjo - AP. Pettarani - Bawakaraeng - Latimojong - Andalas - Laiya - Selatan Makassar Mall
Kembali
:
Selatan Makassar Mall - HOS Cokroaminoto - Bulusaraung - Masjid Raya - Urip Sumoharjo - Perintis Kemerdekaan - Terminal Daya
     
KODE E    
Berangkat
:
Terminal Panakkukang - Toddoppuli - Tamalate - Emmy Saelan - Mapala - AP. Pettarani - Maccini Raya - Urip Sumoharjo - Bawakaraeng - Latimojong - Andalas - Laiya - KH.Agus Salim -Timur Makassar Mall
Kembali
:
KH. Agus Salim - Pangeran Diponegoro - Bandang - Masjid Raya - Urip Sumoharjo -AP. Pettarani - Mapala - Emmy Saelan - Tamalate - Todoppuli - Terminal Panakkukang
     
KODE F    
Berangkat
:
Terminal Tamalate - Mallengkeri - Daeng Tata - Daeng Ngeppe - Kumala - Veteran - Bandang - Buru - Andalas - Satangnga - KH. Agus Salim - Timur Makassar Mall
Kembali
:
KH Agus Salim - Pangeran Diponegoro - Andalas - Buru - Bandung - Veteran - Sultan Alauddin - Andi Tonro - Kumala - Daeng Ngeppe - Daeng Tata -Mallengkeri - Terminal Tamalate
     
KODE G    
Berangkat
:
Terminal Daya - Kima - TOL (Ir. Sutami) - Tinumbu - Cakalang - Yos Sudarso - Tentara Pelajar - Kalimantan - Pasar Butung
Kembali
:
Pasar Butung - Kalimantan - Cakalang - Tinumbu - TOL (Ir. Sutami) - Kima - Terminal Daya
     
KODE H    
Berangkat
:
Perumnas Antang - Antang Raya - Urip Sumiharjo - Bawakaraeng - Jenderal Sudirman - DR. Wahidin Sudirohusodo - Satando - Kalimantan - Pasar Butung
Kembali
:
Pasar Butung - Kalimantan - Satando - DR. Wahidin Sudirohusodo - Tentara Pelajar - Ujung - Bandang - Masjid Raya - Perumnas Antang
     
KODE I    
Berangkat
:
Terminal Panakkukang - Toddopuli Raya - Borong - Batua Raya - Abdullah Daeng Sirua - AP. Pettarani - Pelita Raya - Sungai Sadang Baru -Sungai Saddang - Karungrung - Arif Rate - Sultan Hasanuddin - Pattimura - Pasar Baru
Kembali
:
Pasar Baru - Pattimura - Ujungpandang - Riburane - Ahmad Yani (Balaikota) - Kajaolalido - Botolempangan - Karungrung - Sungai Saddang - Sungai Saddang Baru - Pelita Raya - AP. Pettarani - Abdullah Daeng Sirua - Batua Raya - Borong - Toddopuli Raya -Terminal Panakkukang
     
KODE J    
Berangkat
:
Terminal Panakkukang - Toddopuli Raya - Tamalate - Emmy Saelan - Sultan Alauddin - Andi Tonro - Kumala - Ratulangi - Jenderal Sudirman - HOS Cokroaminoto - Nusakambangan
Kembali
:
Nusakambangan - Ahmad Yani - Jenderal Sudirman - DR. Sam Ratulangi - Landak - Veteran - Sultan Alaudin - Emmy Saelan - Tamalate - Toddopuli Raya - Terminal Panakkukang
     
KODE K    
Berangkat
:
Terminal Panaikang - Urip Sumoharjo - Taman Makam Pahlawan - Abdullah Daeng Sirua - Adiyaksa - Terminal Panakkukang - Toddopuli Raya - Tamalate - Emmy Saelan - Sultan Alauddin - Terminal Tamalate
Kembali
:
Terminal Tamalate - Sultan Alauddin - Emmy Saelan - Toddopuli Raya - Terminal Panakkukang - Adiyaksa - Abdullah Daeng Sirua - Taman Makam Pahlawan - Urip Sumoharjo - Terminal Panaikang
     
KODE L    
Berangkat
:
Terminal Tamalate - Mallengkeri - Daeng Tata - Daeng Ngeppe - Kumala - Mallong Bassang - Mappaoddang - Mangerangi - Baji Ateka - Baji Minasa - Nuri - Rajawali - Penghibur - Pasar Ikan - Ujungpandang - Nusantara - Butung - Pasar Butung
Kembali
:
Pasar Butung - Butung - Sulawesi - Riburane - Ujungpandang - Pattimura - Somba Opu - Rajawali - Gagak - Nuri - Baji Minasa - Cendrawasih - Dangko - Abd. Kadir - Daeng Tata - Mallengkeri - Terminal Tamalate
     
KODE M    
Berangkat
:
Terminal Panaikang - Urip Sumoharjo - AP.Pettarani - Rappocini Raya - Veteran - Ratulangi - Kakatua - Cendrawasih - Tanjung Alang
Kembali
:
Tanjung Alang -Tanjung Rangas - Cendrawasih - Kakatua - Landak - Veteran - Sultan Alauddin - AP. Pettarani - Urip Sumoharjo - Terminal Panaikang
     
KODE N    
Berangkat
:
Terminal Tamalate - Sultan Alauddin - Syeh Yusuf - Jipang Raya - SMA 9 - Tidung Raya - Tamalate - Toddopuli Raya - Terminal Pakkukang
Kembali
:
Terminal Panakkukang - Toddopuli Raya -Tamalate - Tidung Raya - SMA 9 - Jipang Raya - Tala Salapang - Sultan Alauddin - Terminal Tamalate.
     
KODE O    
Berangkat
:
Terminal Panaikang - Urip Sumoharjo - Taman Makam Pahlawan - Batua Raya - Toddopuli Raya -Pengayoman - AP. Pettarani - Urip Sumoharjo - Bawakaraeng - Veteran Utara - Bandang - Ujung - Yos. Sudarso - Tarakan - Kalimantan - Pasar Butung
Kembali
:
Pasar Butung - Kalimantan - Satando - Yos. Sudarso - Ujung - Bandang - Masjid Raya - Urip Sumoharjo - AP. Pettarani - Panakkukang - Adiyaksa - Urip Sumoharjo - Terminal Panaikang
     
KODE P    
Berangkat
:
Terminal Panaikang - Urip Sumoharjo - AP. Pettarani - Landak Baru - Veteran - DR. Sam Ratulangi - Mappaoddang - Daeng Ngeppe - Daeng Tata - Mallengkeri - Terminal Tamalate
Kembali
:
Terminal Tamalate - Mallengkeri - Daeng Tata - Daeng Ngeppe - Kumala - DR. Sam Ratulangi - Landak - Landak Baru - AP. Pettarani - Urip Sumoharjo - Terminal Panaikang
     
KODE U    
Berangkat
:
Pasar Pannampu - Tinumbu - Cakalang - Yos. Sudarso - Andalas - Latimojong - Bulukunyi - Rusa - Lanto Dg. Pasewang - DR. Sam. Ratulangi - Landak - Veteran - Sultan Alauddin - Terminal Tamalate
Kembali
:
Terminal Tamalate - Sultan Alauddin - Andi Tonro - Kumala - DR. Sam Ratulangi - Lanto Dg. Pasewang - Rusa - Bulukunyi - Latimojong - Andalas - Yos.Sudarso - Cakalang - Tinumbu - Pasar Pannampu
     
KODE R    
Berangkat
:
Pasar Baru - Ujungpandang - Nusantara - Pasar Butung - Tentara Pelajar - Kalimantan - Satando -Yos. Sudarso - Ujung - Bandang - Masjid Raya - Urip Sumoharjo - Perintis Kemerdekaan - Kampus Unhas
Kembali
:
Kampus Unhas - Perintis Kemerdekaan - Urip SUmoharjo - Bawakaraeng - Kartini - Botolempangang - Usman Jafar - Sultan Hasanuddin - Pattimura - Pasar Baru
     
KODE V1    
Berangkat
:
Terminal Daya - Paccerakkang - Mangga Tiga
Kembali
:
Mangga Tiga - Paccerakkang - Terminal Daya
     
KODE V2    
Berangkat
:
Sudiang - KNPI - Terminal Daya
Kembali
:
Terminal Daya - KNPI - Sudiang
     
KODE V3    
Berangkat
:
Pasar Daya - Paccerakang - Mongcongloe - Pangnyangkallang
Kembali
:
Pangnyangkallang - Mongcongloe - Paccerakang - Daya
     
KODE W    
Berangkat
:
Terminal Daya - KIMA - Kapasa - SMA 6 - Ir. Sutami - Salodong - Desa Nelayan
Kembali
:
Desa Nelayan - Salodong - Ir. Sutami - SMA 6 - Kapasa - KIMA - Terminal Daya
     
KODE B1    
Berangkat
:
Teminal Tamalate - Mallengkeri - Daeng Tata - Abd. Kadir - Dangko - Cendrawasih - Arif Rate - Sultan Hasanudin - Sawerigading - Botolempangan - Karunrung - Sungai Saddang - Latimojong - Masjid Raya - Urip Sumoharjo - Perintis Kemerdekaan - Kampus Unhas
Kembali
:
Kampus Unhas - Perintis Kemerdekaan - Urip SUmoharjo - Bawakaraeng - Kartini - Botolempangan - Arif Rate - Cendrawasih - Dangko - Abd. Kadir - Daeng Tata - Mallengkeri - Tamalate
     
KODE C1    
Berangkat
:
Korban 40 ribu - Ujungpandang Baru - Pongtiku - Cumi-cumi - Laccukang - Sunu - Masjid Raya - Urip Sumoharjo - Perintis Kemerdekaan - Kampus Unhas
Kembali
:
Kampus Unhas - Perintis Kemerdekaan - Urip Sumoharjo - Bawakaraeng - Jenderal Sudirman - HOS Cokroaminoto - DR. Wahidin Sudirohusodo - Tentara Pelajar - Ujung - Bandang - Masjid Raya - Sunu - Teuku Umar - Gatot Subroto - Korban 40 ribu
     
KODE E1    
Berangkat
:
Terminal Panakkukang - Toddopuli Raya - Perumnas - Hertasning - AP. Pettarani - Kampus IKIP - Gunung Sari - AP. Pettarani - Pelita Raya - AP. Pettarani - Abdullah Daeng Sirua - PLTU - Urip Sumoharjo - Perintis Kemerdekaan - Kampus Unhas
Kembali
:
Kampus Unhas - Perintis Kemerdekaan - Urip SUmoharjo - PLTU - Abdullah Daeng Sirua - AP. Pettarani - Kampus IKIP - Gunung Sari - AP. Pettarani - Hertasning - Perumnas - Toddopuli Raya - Panakkukang
     
KODE F1    
Berangkat
:
Terminal Tamalate - Mallengkeri - Daeng Tata - M. Tahir - Kumala - Veteran - Masjid Raya - Urip Sumoharjo - Perintis Kemerdekaan - Kampus Unhas
Kembali
:
Kampus Unhas - Perintis Kemerdekaan - Urip Sumoharjo - AP. Pettarani - Abubakar Lambogo - Veteran - Sultan Alauddin - Andi Tonro - Kumala - M.Tahir - Daeng Tata - Mallengkeri - Terminal Tamalate
     
     
    Download Peta dan sesuaikan dengan tabel diatas (PDF 855KB)


--
Tribun Timur, Surat Kabar
Terbesar di Makassar
www.tribun-timur.com

Titik-titik Lokasi Wisata di Makassar

http://makassarkota.go.id/

Ke mana melancong di MakassaR?

Pariwisata Makassar Cetak E-mail
Monday, 26 March 2007

Sebagai kontras antara yang lama dan baru, perahu kayu berlayar diantara tanker raksasa modern dekat pantai di sepanjang pesisir Kota Makassar. Perjalanan 20 menit dengan becak dari pusat kota akan membawa anda ke pelabuhan Paotere. Di luar pelabuhan, aktivitas kota yang tersibuk di seluruh Makassar, pria dan wanita membeli dan menjual berbagai macam barang, dan anak kecil berlarian ke sana ke mari melambaikan tongkat dengan perahu kecil dan mobil di ujung talinya.

Di dalam pelabuhan, sebuah dok panjang yang dicadangkan untuk perahu Bugis yang besar (phinisi), pemandangan menakjubkan di galangan kapal dengan haluan yang berlekuk, mengarah ke atas dan tiang yang besar membentuk simetri yang sedap dipandang mata. Namun kapal kayu besar ini berada di sana tidak hanya sekedar untuk alasan keindahan, pekerja mereka bekerja keras mem bongkar dan menaikkan muatan. Pelaut telanjang kaki berjalan di gelondong kayu yang panjang - yang dulunya sebuah pohon - diantara dek kapal dan dok dengan keseimbangan yang sangat baik tanpa mengindahkan goyangan dari gelondong.

Kapal-kapal kecil tersebut merupakan bukti nyata dari karakter masyarakat Bugis dan Makasar yang asli. Sebuah keluarga menaikkan minyak dan air untuk kepulauan mereka yang terpencil berjarak sehari berlayar. Pelaut yang lain menceritakan pelayaran dari Sulawesi ke Timor dan yang lain menjalankan tugas rutin ke Sumatra. Dua pria bersarung dibalut kulit yang kelam, dengan bangga memperlihatkan awak kapalnya yang terdiri 4 anak perempuan dan istri mereka masyarakat yang gigih. Walaupun penampilannya keras, namun kehangatan dan persahabatan tetap terlihat meyakinkan bahwa setiap kapal akan mengundang anda untuk turut berlayar di pelayaran mereka selanjutnya. Kembali kekota, benteng Rotterdam (Fort Rotterdam) menandai peninggalan bersejarah kota.  Dibangun pada tahun 1545 oleh kerajaan lokal Goa, Benteng Rotterdam yang letaknya di tepi laut direbut dan dibangun kembali pada tahun 1667 oleh Belanda. Dinding luar yang tebalnya 2 meter dan tinggi 7 meter membentuk kotak yang besar seperti seekor penyu. Di setiap sudut dan pintu utama dibuat benteng pertaha- nan yang menonjol ke luar dalam bentuk berlian, membuat benteng sulit ditundukkan sehingga Belanda dapat bertahan di sana selama ratusan tahun.

Hingga kini, benteng masih menjaga laut Makassar dan mempertontonkan contoh besar dari hasil renovasi arsitektur kolonial Belanda. Tempat itu juga merupakan pusat kebudayaan, musium hidup untuk Sulawesi Selatan.Di Makassar, bangunan peninggalan Belanda masih dapat ditemukan, walaupun beberapa bangunan tua yang indah diantaranya telah dihancurkan demi arsitektur modern. Walaupun demikian, rumah peninggalan Belanda bisa di temukan di jalan jalan sempit di pusat kota sekitar benteng Rotterdam. Dengan populasi Cina yang besar, kota ini juga memiliki banyak bangunan Cina termasuk empat kelenteng Buda yang berwarna warni.Di Kota Makassar, terdapat makam peninggalan dari satu pahlawan terbesar di Indonesia. Anak dari Sultan Jogjakarta, Pangeran Diponegoro memimpin perlawanan terhadap Belanda dalam perang Jawa di tahun 1825 - 1830. Ditipu oleh Belanda kemudian dibuang ke Makassar hingga akhir hayatnya. Sebuah silsilah keluarga digambarkan di makam memperlihatkan bahwa keluarganya telah tinggal di Makassar.

Di sore hari, disepanjang pantai Losari anda akan menemukan suasana hangat dari warga kota beserta aktifitasnya. Disisi selatan anda bisa menemukan lokasi pujasera yang tertata di laguna Metro, dengan keharuman pisang epe dan ikan bakar memenuhi udara. Dalam suasana karnaval diantara warung makanan, penduduk Makassar bertemu di sini, duduk bersama teman-teman dan orang asing untuk menikmati makan malam. Makassar juga memiliki kehidupan malam yang ramai seperti klub malam, tempat karaoke dan tempat bermain bola sodok.Kerajinan tangan Toraja seperti ukiran tau tau dari kayu kecil, kotak bambu berukir, dan baki Toraja merupakan suvenir yang indah. Porselin antik dan belanga celadon dapat juga ditemukan, dan di jalan Sombu Opu, adalah tempat perhiasan emas dan perak.

Sulawesi menghasilkan dan mengekspor beberapa kopi terbaik di dunia, jadi melancong ke pabrik kopi kecil di Makassar tidak bisa dihindari. Di dalam pabrik, pekerja membungkus dan menggiling kopi Arabica dan Toraja. Bila anda memperlihatkan rasa tertarik, maka pekerja akan memberikan contoh kopi segar mereka yang terbaik untuk anda cicipi. Walaupun contoh itu gratis, anda akan terdorong untuk membeli setidak-tidaknya sekilo untuk perjalanan pulang - sebuah kenangan yang sedap dan harum akan pintu gerbang ke Timur.Makassar memiliki potensi besar untuk pengembangan pariwisata, karena disamping sebagai pusat pengembangan dan perjyanan juga sekaligus , sebagai pintu gerbang di Kawasan Timur Indonesia. Kota Makassar banyak memiliki potensi wilayah, seni budaya dan sejarah yang dapat dikembangkan menjadi obyek dan days tarik wisata (ODTW).

Daftar nama-nama obyek/daya tarik wisata yang ada di Kota Makassar berdasarkan pengamatan di lapangan dan pengumpulan data dari beberapa instansi yang terkait seperti dari Kanwil Deparsenibud Propinsi Sulawesi Selatan, Dinas Pariwisata Kota Makassar, Kantor Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Sulawesi Selatan, dan Museum La Galigo.Menurut data eksisting trend perjalanan wisata dalam lingkup Kota Makassar oleh Dinas Pariwisata Kota Makassar tahun 1998/1999, menunjukkan bahwa ada 4 (empat) paket trend, perjalanan wisata yang disediakan yaitu; City Tour, Sight Seeing Tour, Sea Recreation, Journey/Adventure. Adapun bagian dari paket - paket tersebut adalah :

a. City Tour (perjalanan dalam Kota)- Benteng Ujung pandang (Fort Rotterdam) - Monumen Mandala - AI Markaz AI Islami- Masjid Raya- Makam Diponegoro - Balang Tonjong

b. Sight Seeing Tour (Menyaksikan keindahan) - Somba Opu Souvenir - Pantai Losari - Pelabuhan Pinisi Paotere - Makam Syech Yusuf (Tuanta Salamaka)

c. Sea Recreation (Perjalanan Wisata Bahari)

- Pulau Kayangan Jarak lokasi 2,5 mil (bisa dicapai 45 menit), Letak lokasi : Jl. Ujung Pandang, Kecamatan Ujung Pandang, Daya tarik untuk: berenang dan diving, panorama matahari terbenam, olah raga air, musik & pertunjukan, permainan anak-anak, akuarium

- Pulau Kodingareng Jarak lokasi 5 mil (60 menit), Letak lokasi : Kecamatan Ujung Tanah, Daya tarik diving, menemukan batu kayu, ikan hias, peninggalan Jepang

- Pulau Barrang Lompo, Jarak lokasi 7 mil (1 jam 30 menit), Letak lokasi di Kecamatan Ujung Tanah, Daya tarik : berenang, oseanorium, peninggalan Jepang

- Pulau Barrang Caddi, Jarak lokasi : 6 mil (1jam 15 menit), Letak lokasi Kecamatan Ujung Tanah Daya tarik berenang dan diving, oseanorium, peninggalan Jepang

- Tanjung Bunga, Jarak lokasi sekitar 3 kilometer (10 menit), Letak lokasi Kecamatan Tamalate, Daya tarik jet ski, atraksi hobbies

- Tanjung Merdeka, Jarak lokasi 3 kilometer (15 menit), Letak lokasi Kecamatan. Tamalate, Daya tarik volley pantai, memancing

- Pulau Lae-lae, Jarak lokasi : 1 mil (15 menit), Letak lokasi di Kec.amatan Ujung Pandang, Daya tarik pemandangan laut, panorama matahari terbenam, berenang, olah raga air - Pulau Lanjukang, Jarak lokasi sekitar 9 mil (1jam 45 menit), Letak lokasi Kecamatan Ujung Tanah

- Pulau Kodingareng Keke, Jarak lokasi sekitar 5 mil (60 menit), Letak lokasi di Kecamatan Ujung Tanah, Daya tarik untuk kegiatan menyelam, berenang, kerajinan kerang-kerangan

- Pulau Samalona, Jarak lokasi sekitar 3 mil (50 menit), Letak lokasi : Kec. Ujung Pandang, Daya tarik berenang, berjemur, matahari terbenam, biota laut, olahraga air

d. Journey/Adventure (Penelusuran/ petualangan) Perjalanan wisata dalam Kota menurut versi perusahaan biro/agen perjalanan wisata pada umumnya Kota Makassar hanya digunakan sebagai tempat transit sebelum menuju daerah tujuan wisata (DTW) yang ada diluar Kota Makassar.

Sesudah wisatawan tiba di Bandara Hasanuddin dan bertemu dengan pemandu wisata, langsung menuju Kota Makassar sambil menyaksikan pemandangan Kota, wisatawan kemudian makan siang direstoran, dan sesudah itu wisatawan langsung menuju daerah tujuan wisata yang ada di luar Kota Makassar, sesuai dengan paket yang dipilih. Sebagai pintu gerbang udara di kawasan Timur Indonesia, peranan Bandar Udara Internasional Hasanuddin menjadi tulang punggung sebagai pintu masuk wisatawan ke Makassar. Bandara ini melayani pener¬bangan domnestik dan Internasional, dan dapat didarati oleh Pesawat Jenis Boeing 747. T

erdapat setidaknya lebih dari 20 kali penerbangan dari dan ke Jakarta, yang dilayani oleh hampir seluruh Maskapai Pener¬bangan yang ada. Pengelolaan Banda Udara ini dibawah BUMN Angkasa Pura I.Bagi wisatawan yang melakukan perjalanan sendiri, tersedia fasilitas Taxi Resmi Bandara yang akan membawa anda ke Kota Makassar. Biaya sekali Jalan ke Kota, terbagi atas 3 Zona, yakni Zona I hingga Jembatan Tallo, biayanya Rp. 40.000, Zona II hingga Jalan Hertasning sebesar Rp. 45.000, dan Zona III hingga Jalan Cenderawasih sebesar Rp. 50.000. Bila tujuan anda di luar Zona ini, dapat dikonsultasikan di Loket Pendaftaran Taxi, di bagian Kedatangan Bandara Hasanuddin.

 


--
Tribun Timur, Surat Kabar
Terbesar di Makassar
www.tribun-timur.com