Tuesday, June 24, 2008

Ujian Nasional, Sulsel Kalah dari Papua-NTT

Sulsel dikenal sebagai kampungnya Wakil Presiden Jusuf Kalla. Provinsi terdepan di Indonesia timur menghasil beberapa tokoh nasional seperti Baharuddin Lopa, Tanri Abeng, Beddu Amang, Achmad Nurhani, Aksa Mahmud, Alifian Mallarangeng, Rizal Mallarangeng, Andi Mattalatta, Basri Hasanuddin, dan masih banyak lagi.

Belakangan, posisi Sulsel merosot. Gorontalo muncul sebagai provinsi baru dan terkenal secara nasional berkat kepeloporan Gubernur Fadel Muhammad.

Ini fakta memprihatikan: mutu pendidikan Sulsel terus merosot. Makassar, ibu kota Sulsel, hanya dikenal sebagai kota seribu demonstrasi, tindakan kriminal, dan tawuran mahasiswa. Menyedihkan.

Simak surat kabar Tribun Timur, Makassar, berikut ini:
http://www.tribun-timur.com/view.php?id=84162&jenis=Front

Senin, 23-06-2008 
UN, Sulsel Kalah dari Papua-NTT
Hasil UN 2008; Mansyur Ramly: Pendidikan Kita Masih Labil; Syahrul Akui UN Tidak Maksimal; Diknas Belum Tahu Peringkat Sulsel
 
Makassar, Tribun - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Prof Dr Mansyur Ramly mengungkapkan, nilai ujian nasional (UN) tahun 2008 di Papua, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) lebih baik dibandingkan Sulsel.
 
Manysur mengungkapkan hal tersebut saat diminta tanggapannya seputar hasil UN SMA dan SMP 2008 di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Minggu (22/6).
Mantan Rektor UMI ini hadir dalam acara gerak jalan menyampbut Milad Ke-54 UMI di Kampus UMI, Jl Urip Sumoharjo.
"Karena siswanya menjawab dengan jujur dan tanpa intervensi luar, nilai mereka (Papua dan Nusa Tenggara) menjadi lebih baik," katanya.
Namun dia menambahkan, tak hanya Sulsel yang mengalami penurunan angka rata-rata UN. Kondisi tersebut terjadi di beberapa daerah dengan batas toleransi yang masih wajar.
Ditemui terpisah di Mal GTC, Gubernur Syahrul Yasin Limpo juga mengakui bila hasil UN tahun ini kurang maksimal. Menurutnya, pemerintah provinsi akan menggenjot kembali prestasi Sulsel di bidang pendidikan (lihat, Perlu Orientasi).
Hingga kemarin, belum diperoleh posisi Sulsel secara nasional di UN tahun 2008, baik untuk tingkat SMA yang sudah diumumkan dua lalu maupun hasil UN SMM yang diumumkan akhir pekan lalu.
Wakil Kepala Dinas Diknas Sulsel Saleh Gottang dan Kepala Sub Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Asri Hasyib yang dihubungi terpisah belum mengetahui perkembangan dari depdiknas.
Biasanya hasil UN secara nasional disampaikan setelah ada pertemuan seluruh dinas pendidikan provinsi di Jakarta.
"Mungkin dalam waktu dekat, kita sudah tahu hasilnya setelah pertemuan dengan seluruh dinas pendidikan provinsi di Jakarta," kata Asri.

Kunci Salah
Mansyur menyebutkan, kenaikan standar angka ujian tak banyak berpengaruh secara nasional. Sebab rata-rata nilai ujian siswa SMP dan SMA naik satu poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Artinya, kenaikan jumlah siswa yang tak lulus sebesar 0,5 persen tidak terlalu signifikan. Guru besar di bidang ekonomi ini menyatakan, adanya penurunan nilai hasil ujian secara garis besar karena faktor mata pelajaran dan eksternal.
Bertambahnya mata pelejaran yang diujikan (IPA) dan banyaknya oknum yang tidak bertanggung jawab yang menyebarkan kuncil jawaban yang salah untuk kepentingan sesaat dan uang. "Bukan hanya di Sulsel, kami banyak menemukan bukti dan indiksi yang sama dari daerah lain," katanya.
Kasus pembocoran soal menimpa enam SMA swasta di Makassar yang berujung pada keputusan mengulang UN tersebut. Bahkan, kasus tersebut sempat sampai ke polisi meski perkembangannya menjadi tak jelas saat ini.
Nilai UN di Sulsel untuk SMP tahun 2008 ini relatif turun. Bahkan, Kota Makassar yang menjadi barometer berada di urutan ke 21 dan Gowa di urutan 22. Dari 18.374 siswa SMP yang mengikuti UN di Makassar, sebanyak 5.639 siswa (30,10 persen) tidak lulus.


Pendidikan Gratis
Pertemuan antara Syahrul dan Mansyur di pelataran Masjid Al Markaz saat melepas gerak jalan juga dihadiri Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin.
Ini adalah kali pertama sejak berakhirnya kampanye Pilkda Sulsel, 1 November lalu. "Pak Syahrul sering SMS tapi baru pertama kali inilah kami bertemu," kata Mansyur.
Dia mengatakan, dalam pertemuan singkat itu, Syahrul menyatakan harapannya agar mansyur ikut mendukung program pendidikan gratis di Sulsel.
"Pak Syahrul meminta saya mendukung program pemerintah yakni pendidikan gratis, dan saya bilang sebagai pejabat pusat dan orang Sulsel saya akan mendukung," katanya.
Mansyur mengatakan untuk meninjau efetrivitas pendidikan gratis yang mulai dijadikan komoditas politik di pilkada, Balitbang Depdiknas mulai Juli ini akan melalukan penelitian khusus.
Selain Sulsel, DKI Jakarta juga akan dijadikan percontohah penelitian pendidikan gratis dan peningkatan mutu pendidikan untuk level provinsi dan Jembrana (Bali) untuk level kabupaten.
"Instrumennya sudah siap dan kami akan cari satu lagi kabupaten yang sudah menerapkan ini," kata Mansyur.

Parepare
Dari Parepare dilaporkan, 853 siswa SMP tidak lulus dari 2.162 peserta UN dengan persentase ketidaklulusan mencapai 39,79 persen.
Bahkan terdapat satu sekolah, yakni SMP PGRI 2 yang tidak satu pun siswanya lulus.
Kepala SMP Negeri 9 Parepare, Paita, menilai,
yang membuat anjlok ketidaklulusan itu karena adanya kunci jawaban yang beredar dan menyesatkan siswa.
Akibatnya, siswa bersangkutan menjadi malas belajar dan minat mengikuti mata pelajaran pada kegiatan belajar-mengajar juga berkurang.
Sekolah berstandar internasional seperti SMP 2 Parepare bahkan tidak bisa meluluskan sebanyak 137 siswanya dari 312 siswanya yang ikut ujian.
Sementara PGRI 2 Parepare, dari 37 pesertanya tak satupun yang lulus. Di SMP 3, dari 218 peserta hanya 78 siswa yang lulus.
Suasana pengumuman kelulusan siswa SMP di Parepare sendiri tidak begitu meriah dengan aksi pawai di jalan. Hanya sekelompok siswa saja yang terlihat melakukan konvoi kelulusan.


--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

No comments: